Baca Juga
Apa Manfaat Perencanaan bagi Proses Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran oleh
seorang guru pada mata pelajaran atau kelas yang menjadi tanggung jawabnya
sangat penting. Saya yakin, semua guru profesional pasti setuju tentang yang
satu ini. Nah, lalu sebenarnya ketika perencanaan pembelajaran dalam hal ini
RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) telah dikembangkan, disusun, dan ditulis
oleh guru yang bersangkutan, apa saja manfaat yang dapat diraih oleh guru
tersebut ketika proses pembelajaran terkait dilaksanakan?
Ada beberapa manfaat yang dapat diraih oleh seorang guru selama proses
pembelajaran berlangsung, apabila ia merencanakan pembelajarannya itu dengan
baik. Manfaat yang dimaksud di sini
antara lain:
Petunjuk arah mencapai tujuan
Perencanaan
pembelajaran yang salah satu bagian pentingnya adalah perumusan indikator dan
tujuan pembelajaran tentu saja akan menyediakan petunjuk arah untuk mencapai
tujuan tersebut. Guru yang selalu berpatokan kepada Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) yang dibuatnya tidak akan mudah terdistraksi dan melenceng
dari tujuan yang ingin dicapai. Setiap guru pasti sering mengalami betapa
mudahnya arah pembelajaran keluar dari jalur yang semestinya karena terbawa
beragam situasi, kondisi, dan kejadian yang berlangsung secara tak terduga di
dalam kelas. Dengan selalu berpegang pada RPP guru yang sedang melaksanakan
proses pembelajaran akan bisa terhindar dari kemungkinan ini.
Pola dasar mengatur tugas pembelajaran
RPP selalu
dapat diandalkan sebagi pola dasar dalam mengatur tugas-tugas pembelajaran.
Pada perencanaan pembelajaran yang dikembangkan sendiri oleh guru ini, guru
akan dapat dengan cepat mengatur penugasan siswa selama proses pembelajaran
berlangsung. Hal ini penting karena pada intinya setiap sekuen pembelajaran adalah
tugas belajar. Siswa akan dengan mudah diarahkan dari sekuen pembelajaran yang
satu ke sekuen pembelajaran lainnya, dari satu tugas belajar ke tugas belajar
lainnya. Untuk melakukan hal ini dengan cepat dan efisien, guru tinggal melihat
kembali perencanaannya.
Alat ukur efektivitas pembelajaran yang dilakukan
Jangan
dikira evaluasi efektivitas pembelajaran hanya dapat diukur melalui tes hasil
belajar siswa saja. Ada banyak cara untuk mengecek hal ini, salah satunya
adalah melalui keterlaksanaan perencanaan pembelajaran. Guru yang melakukan
proses pembelajaran dapat mengecek kembali efektivitas pembelajarannya dengan
menyandingkannya kepada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Guru dapat
mengecek seberapa banyak tujuan pembelajaran yang telah berusaha ia dan
siswa-siswanya capai, sekuen-sekuen pembelajaran mana yang belum dilaksanakan,
materi atau konten pembelajaran mana yang sudah dipresentasikan, dsb. Hal ini
sebenarnya merujuk kepada pengukuran efektivitas pembelajaran. Untuk secara
detail mengukur efektivitas pembelajaran ini, guru dapat mengadaptasi
perencanaan pembelajaran menjadi daftar periksa (ceklis) pelaksanaan
pembelajaran apakah sudah sesuai dengan perencanaannya.
Menghemat waktu, tenaga, dan biaya
Bisa dibayangkan bahwa pekerjaan apapun bila
dilakukan tanpa perencanaan yang baik dan matang akan membuat pekerjaan
tersebut menjadi amburadul, alias kacau balau. Nah, perencanaan pembelajaran
juga demikian. Ia berperan sebagai sarana yang dapat digunakan oleh guru dalam
melaksanakan pekerjaannya sehingga menjadi lebih teratur dan termanajemen
dengan baik. Melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) guru telah dapat
membayangkan apa-apa yang dibutuhkannya, apa-apa yang harus dipersiapkannya,
apa-apa yang harus dilakukannya, dsb, sehingga pembelajarannya menjadi lebih
efektif. Dengan demikian guru juga akan dapat menhemat waktu, tenaga, dan biaya
atau sumber daya lainnya dalam melaksanakan tugasnya.
Demikian menurut pendapat saya, beberapa manfaat yang dapat dipetik oleh guru
ketika melaksanakan proses pembelajaran dengan selalu berpegang kepada
perencanaan yang telah disusunnya dengan baik. Bagaimana menurut pendapat atau
pengalaman anda sendiri? Yuk, bagikan melalui kolom komentar di bawah artikel
ini. Wassalam.



