Baca Juga
Nama : ELIDAH
NIM : 133911060
MEDIA, SUMBER dan ALAT PERAGA
A.
Pengertian Media Pembelajaran
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari medium yang secara
harfiah berarti “perantara” atau “pengantar”. Jadi media adalah perantara atau
pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Dalam bahasa Arab, media
adalah wasaail ‘perantara’ atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima
pesan[1].
Menurut Gerlach dan Ely dalam bukunya Uus Ruswandi dan Badrudin (2008), bahwa
apabila dipahami secara garis besar, media adalah manusia, materi, atau
kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh
pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks,
dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media
dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis,
photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali
informasi visual atau verbal.
Peranan media yang semakin meningkat ini seringkali menimbulkan kekhawatiran di
pihak guru. Guru takut apabila kedua fungsinya akan digeser oleh media
pembelajaran. Kekhawatiran tersebut tidak perlu terjadi jika guru memahami
betul tentang tugas dan peran yang sebenarnya. Memberikan bimbingan dan
perhatian secara individual kepada para siswa adalah tugas penting yang selama
ini belum dilaksanakan sepenuhnya.
Secara umum media pembelajaran mempunyai fungsi sebagai berikut:
1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu
verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka)
2. Mengatasi keterbatan ruang, waktu, dan daya indra,
misalnya:
a. Objek yang terlalu besar
dapat digantikan dengan realita, gambar, film, bingkai, film, dan model.
b. Objek yang kecil, dapat
dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film, dan gambar.
c. Gerak yang terlalu lambat
atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan time lapse atau hight spedd
photography.
d. Kejadian atau peristiwa yang
terjadi pada masa lalu, bisa ditampilkan kembali lewat rekaman film, video,
film bingkai, photo, maupun secara verbal.
e. Objek yang terlalu kompleks,
misalnya mesin-mesin dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain.
f. Konsep yang terlalu luas
(gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat divisualisasikan dalam
bentuk film, film bingkai, dan gambar.
3. Sebagai media pendidikan yang tepat dan bervariasi, sehingga dapat
mengatasi sifat pasif anak didik.
4. Menumbuhkan sikap yang unik pada setiap siswa, ditambah lagi dengan
lingkungan dan pengalaman yang berbeda[6].
Media grafis termasuk media visual
sebagaimana halnya media yang lain. Media grafis berfungsi untuk menyalurkan
pesan dari sumber ke penerima pesan saluran yang dipakai menyangkut indra
penglihatan. Pesan yang akan dituangkan kedalam simbol-simbol komunikasi
siswa
Symbol-simbol tersbut perlu dipahami
benar artinya agar proses penyampaiana pesan dapat berhasil dan efisien selain
fungsi umum tersebut, secara khusus grafis berfungsi pula untuk menarik
perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang
mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan.
B. Alat Peraga
Yang dimaksud alat bantu pendidikan adalah alat-alat yang
digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidikan / pengajaran. Alat
bantu ini lebih sering disebut alat peraga karena berfungsi untuk membantu dan
meragakan sesuatu dalam proses pendidikan pengajaran.
Adapun
beberapa contoh alat peraga yang dapat digunakan dalam mengajar yaitu :
a.
Gambar
Gambar
adalah suatu bentuk alat peraga yang nampaknya saling dikenal dan saling
dipakai, karena gambar disenangi oleh anak berbagai unur, diperoleh dalam
keadaan siap pakai, dan tidak mengita waktu persiapan.
b. Peta
Peta bisa menolong mereka mempelajari bentuk dan letak negara-negara serta kota-kota yang disebut Al-kitab. Salah satu yang harus diperhatikan, penggunaan peta sebagai alat peraga hanya cocok bagi anak besar/kelas besar.
Peta bisa menolong mereka mempelajari bentuk dan letak negara-negara serta kota-kota yang disebut Al-kitab. Salah satu yang harus diperhatikan, penggunaan peta sebagai alat peraga hanya cocok bagi anak besar/kelas besar.
c. Papantulis
Peranan papan tulis tidak kalah pentingnya sebagai sarana mengajar. Papan tulis dapat digunakan dimana-mana sebagai alat peraga yang efektif. Tidak perlu menjadi seorang seniman untuk memakai papan tulis. Kalimat yang pendek, beberapa gambaran orang yang sederhana sekali, sebuah diagram, atau empat persegi panjang dapat menggambarkan orang, kota atau kejadian.
Peranan papan tulis tidak kalah pentingnya sebagai sarana mengajar. Papan tulis dapat digunakan dimana-mana sebagai alat peraga yang efektif. Tidak perlu menjadi seorang seniman untuk memakai papan tulis. Kalimat yang pendek, beberapa gambaran orang yang sederhana sekali, sebuah diagram, atau empat persegi panjang dapat menggambarkan orang, kota atau kejadian.



