Baca Juga
BAB I
PENERAPAN KETERAMPILAN MEMBACA DALAM PBSI
A.
PENDAHULUAN
Membaca
merupakan salah satu cara kita untuk memperbaiki dan meningkatkan efektifitas
diri kita. Meskipun kita memiliki “keterbatasan waktu”, kita tetap perlu
mengasah kemampuan kita. Caranya adalah dengan menguasai cara membaca yang
efektif sehinggga waktu yang kita gunakan menjadi efisien. Kita hidup dalam
zaman di mana kita setiap hari dibanjiri buku baru tentang topik yang kita
sukai atau yang berkaitan dengan bidang pekerjaan kita. Membaca biasa menjadi
pengalaman yang menyenangkan sekaligus menjengkelkan. Padahal kita semua tahu
bahwa membaca sama halnya dengan kita menikmati pertunjukan konser atau film
yang bagus.
Membaca
melibatkan partisipasi aktif kita. Seluruh emosi, hasrat dan minat kita juga
harus terlibat dalam proses membaca, sehingga membaca menjadi pengalaman yang
menyenangkan. Dengan keterbatasan waktu yang kita miliki, bagaimana kita dapat
mengembangkan kemampuan membaca secara efektifsehingga dengan tenggang waktu
yang sama, kita bisa mengambil inti dari lebih banyak buku. Kecuali untuk buku
fiksi atau sastra yang memang ingin kita nikmati jalan cerita, emosi, dan
rangkaian kata-katanya
B.
RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian keterampilan
membaca dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia?
2. Apakah tujuan membaca dalam
PBSI?
3. Bagaimanakah tahap-tahap
dalam membaca?
4. Bagaimana pengklasifikasian
teknik-teknik membaca?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Keterampilan membaca
Keterampilan membaca pada
umumnya diperoleh dengan cara mempelajarinya di sekolah. Keterampilan berbahasa
ini merupakan suatu keterampilan yang sangat unik serta berperan penting bagi
pengembangan pengetahuan, dan sebagai alat komunikasi bagi kehidupan manusia.
Dikatakan unik karena tidak semua manusia, walaupun telah memiliki keterampilan
membaca, mampu mengembangkanya menjadi alat untuk memberdayakan dirinya atau
bahkan menjadikanya budaya bagi dirinya sendiri. Dikatakan penting bagi
pengembangan pengetahuan karena persentase transfer ilmu pengetahuan terbanyak
dilakuakan melalui membaca.
Fakta di lapangan menunjukan bahwa masyarakat Negara maju ditandai oleh
telah berkembangnya budaya baca. Negara-negara yang masyarakatnya sangat maju
dan kuat, misalnya, Negara Amerika, Jepang, Australia, Prancis, dan sebaginya,
dalam diri masyarakatnya sudah tertanam kebiasaan membaca yang tinggi.
Sementara itu, masyarakat di Negara-negara berkembang ditandai oleh
rendahnya kemampuan baca serta budaya baca yang belum tertanam dengan baik.
Fakta menunjukan bahwa Indonesia, Venezuela, dan Trinidad-Tobago, kemampuan
baca penduduknya berada pada urutan terakhir dari 27 negara yang diteliti (IEA,
1992; Asia’s Weeks, 1997). Apakah kemampuan baca berpengaruh secara signifikan
terhadap kemajuan suatu Negara atau sebaliknya, masih harus dibuktikan. Hanya
hipotesis yang menyatakan Negara yang maju masyarakatnya maju pula dalam
membacanya, telah terbukti.
Membaca merupakan kegiatan untuk mendapatkan makna dari apa yang tertulis
dalam teks. Untuk keperluan tersebut, selain perlu menguasai bahasa yang dipergunakan, seorang pembaca perlu juga
mengaktifkan berbagai proses mental dalam system kognisinya.
Dengan demikian, kegiatan membaca bukanlah suatu kegiatan yang sederhana
seperti apa yang diperkirakan banyak
pihak sekarang ini. Kegiatan membaca buakn hanya kegiatan yang terlihat secara
kasat mata; dalam hal ini siswa atau mahasiswa melihat sebuah teks, membacanya
dan setelah itu diukur dengan kemampuan menjawab sederet pertanyaan yang
disusun mengikuti teks tersebut sebagi alat evaluasi, melainkan dipengaruhi
pula oleh factor-faktor dari dalam maupun dari luar pembaca. Kegiatan membaca
bukan hanya kegiatan yang melibatkan prediksi, pengecekan skema, atau decoding,
akan tetapi juga merupakan interaksi grafofonik, sintaktik, semantic, dan
skematik. Di samping itu, keterlibatan pembaca di dalam mencari arti dari teks
yang dibaca mempengaruhinta pula.
Pengajaran
membaca harus memperhatikan kebiasaan cara berpikir teratur dan baik. Hal ini
disebabkan membaca sebagai proses yang sangat kompleks, dengan melibatkan semua
proses mental yang lebih tinggi, seperti ingatan, pemikiran, daya khayal,
pengaturan, penerapan, dan pemecahan masalah.[1]
B. Tujuan membaca
Pada dasarnya kegiatan membaca bertujuan untuk mencari dan memperoleh
pesan atau memahami makna melalui bacaan. Tujuan membaca tersebut akan
berpengaruh kepada jenis bacaan yang dipilih, misalnya, fiksi atau nonfiksi.
Menurut Anderson (2003), ada tujuh macam tujuan dari kegiatan membaca, yaitu:
1. Reading for details or
fact (Membaca untuk
memperoleh fakta dan perincian).
2. Reading for main ideas
(Membaca untuk
memperoleh ide-ide utama).
3. Reading for sequence
or organization (Membaca untuk
mengetahui urutan/susunan struktur karangan).
4. Reading for inferencw (Membaca untuk menyimpulkan).
5. Reading to classify (Membaca untuk mengelompokan/mengklasifikasikan).
6. Reading to evaluate (Membaca untuk menilai, mengevaluasi).
7. Reading to compare or
contrast (membaca untuk
memperbandingkan /memperentangkan)
Dari ketujuh tujuan
membaca yang disampaikan di atas, semuanya dapat dicapai sesuai dengan
kepentingan pembaca. Dalam hal ini, teks bacaan (fiksi atau nonfiksi) yang
digunkan untuk membaca perlu disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai.
Pembaca perlu mencari teks yang sesuai dengan tujuan membacanya. Apabila kita
eliru menentukan teks bacaan tersebut, maka bisa jadi tujuan yang ingin kita
capai juga bisa keliru. Oleh sebab itu, sebelum membaca, sebaiknya kita
tentukan dulu tujuan membaca kita agar informasi yang kita inginkan tercapai.[2]
C. Tahap-tahap dalam
membaca
Dalam
membaca ada dua tahap utama yaitu; tahap permulaan dan tahap lanjut, dimana
Setiap orang yang akan belajar membaca terlebih dahulu memasuki tahap membaca
permulaan (mekanik). Tahap ini merupakan
tahap awal dalam belajar membaca. Dalam hal ini, membaca permulaan bersifat
mekanis yang dapat dianggap berada pada urutan yang lebih rendah.[3]
1. Membaca permulaan atau mekanik
Membaca permulaan merupakan suatu keterampilan awal
yang harus dipelajari atau dikuasai oleh pembaca. Membaca permulaan adalah
tingkat awal gar orang bisa membaca.
Membaca permulaan ini
mencakup: (1) pengenalan bentuk huruf; (2) pengenalan unsur-unsur linguistic;
(3) pengenalan hubungan/korespondensi pola ejaan dan bunyi (kemampuan
menyuarakan bahan tertulis); dan (4) kecepatan membaca bertaraf lamabat.
Pada tahap membaca permulaan, anak diperkenalkan
dengan bentuk huruf abjad dari A/a sampai dengan Z/z. huruf-huruf tersebut
perlu dihafalkan dan dilafalkan anak sesuai dengan bunyinya. Misalnya; A/a,
B/b, C/c, dan seterusnya, dilafalkan sebagai [a], [be], [ce], dan seterusnya.
Setelah anak diperkenalkan dengan bentuk huruf abjad dan melafalkanya, anak juga
dapat diperkenalkan cara membuat suku kata, kata dan kalimat. Dalam hal ini,
anak perlu diperkenalkan untuk merangkaikan huruf-hurufyang telah dilafalkanya
agar dapat membentuk suku kata, kata, dan kalimat. Misalnya suku kata /ba/
dibaca /be-a/ jadi [ba] dan suku kata /ju/ dibaca atau di eja /je-u/ jadi [ju] dan seterusnya. Setelah itu anak juga
diperkenalkan dengan kalimat pendek. Misalnya, kalimat /ini baju/ cara membaca
atau mengejanya /i/ jadi [i]; /en-i/ jadi [ni] menjadi [ini] dan /be-a/ jadi
[ba]; /je-u/ jadi [ju] menjadi [baju]. Jadi, kalau dibaca keseluruhan menjadi
[ini baju].
Setelah anak mampu membaca kalimat pendek, anak perlu
dilatih membaca kalimat lengkap yang terdiri atas pola
subjek-predikat-objek-keterangan. Kemudian, anak pun harus dilatih membaca
kalimat kompleks atau kalimat majemuk. Bahkan untuk siswa kelas dua dan tiga
sekolah dasar perlu dilatih membaca wacana pendek.
Dalam membaca
permulaan atau mekanik anak perlu dilatih membaca dengan pelafalan yang benar
dan intonasi yang tepat. Oleh sebab itu, teknik membaca nyaring sangat baik
diterapkan dalam membaca permulaan. Dalam hal ini, anak perlu diberikan contoh
membaca yang benar sehingga anak bisa meniru cara membaca kita.
Membaca
permulaan diberikan di kelas rendah sekolah dasar (SD), yakni di kelas satu
sampai dengan kelas 3, di sinilah anak-anak harus dilatih agar mampu membaca
dengan lancer sebelum mereka memasuki kelas 4 sekolah dasar, mereka tidak
diperkenankan lagi membaca permulaan atau mekanik karena di kelas tinggi, mereka
harus memasuki tahap membaca pemahaman.
2. Membaca pemahaman atau membaca lanjut
membaca pemahaman merupakan
keterampilan membacayang berada pada urutan yang lebih tinggi. Membaca
pemahaman adalah membaca secara kognitif (membaca untuk memahami). Dalam membaca
pemahaman, pembaca dituntut mampu memahami isi bacaan. Oleh sebab itu, setelah
mebaca teks, sipembaca dapat menyampaikan hasil pemahaman membacanya dengan
cara membuat rangkuman isi bacaan dengan menggunakan bahasa sendiri dan
menyampaikanya baik secara lisan maupun tulisan.
Pada dasarnya, membaca pemahaman
merupakan kelanjutan dari membaca permulaan. Apabila seorang pembaca telah
melalui tahap membaca permulaan, ia berhak masuk ke dalam tahap membaca
pemahaman atau membaca lanjut. Disini seorang pembaca tidak lagi dituntut
bagaimana ia melafalkan hurif dengan benar dan merangkaikan setiap bunyi bahsa
menjadi bentuk kata, frasa, dan kalimat. Tetapi, disini ia dituntut untuk
memahami isi bacaan yang dibacanya.
a. Pemahaman dalam membaca
Sehubungan dengan tingkat pemahaman, pada dasarnya
kemampuan membaca dapat dikelompokan menjadi 4 tingkatan, yaitu; pemahaman
literal, pemahaman interpretative, pemahaman kritis, pemahaman kreatif.
b. Aspek-aspek membaca pemahaman
Seorang pembaca perlu mengetahui
aspek-aspek membaca pemahaman. Beberapa aspek membaca pemahaman adalah sebagai
berikut ini.
1) Memahami pengertian sederhana (leksikal, gramatikal).
2) Memahami signifikan/makna (maksud dan tujuan
pengarang).
3) Evaluasi/penilain (isi, bentuk).
4) Kecepatan membaca yang fleksibel, yang mudah
disesuaikan dengan keadaan.[4]
D. TEKNIK-TEKNIK DALAM
KETERAMPILAN MEMBACA
Berikut ini beberapa teknik membaca dan
penjelasannya.
1. SQ3R
SQ3R dikemukakan oleh
Francis P. Robinson (seorang guru besar psikologidari Ohio State University),
tahun 1941. SQ3R merupakan proses membaca yang terdiri dari lima langkah:
a. Survey
b. Question
c. Read
d. Recite (Recall)
e. Review
Membaca dengan metode
SQ3R ini sangat baik untuk kepentingan membaca secara intensif dan rasional.
Berikut ini akan dibahas satu persatu tentang proses membaca dalam SQ3R
tersebut.
a. S (Survey)
Survey (menyelidiki) atau prabaca adalah teknik untuk mengenal bahan
sebelum membacanya secara lengkap, dilakukan untuk mengenal organisasi dan
ikhtisar umum yang akan dibaca dengan maksud untuk: 1) mempercepat menangkap
arti, 2) mendapat abstrak, 3) mengetahui ide-ide yang penting, 4) melihat susunan
(organisasi) bahan bacaan tersebut, 5) mendapatkan minat perhatian yang seksama
terhadap bacaan, dan 6) memudahkan mengingat lebih banyak dan memahami lebih
mudah. Dalam kegiatan survey (prabaca) ini dilakukan dalam beberapa menit,
tujuannya untuk mengenal keseluruhan anatomi buku. Caranya dengan membuka-buka
buku secara cepat dan menyeluruh yang langsung tampak oleh mata. Kegiatan
survey tersebut bertujuan untuk memperoleh kesan atau gagasan umum tentang
isinya. Kegiatan survey ini selain dilakukan terhadap sebuah buku yangakan
dibaca, juga dapat dilakukan untuk melihat suatu artikel di koran atau majalah.
Ada beberapa macam survey, yaitu:
survey buku
survey bab
survey artikel
survey kliping.
b. Q (Question)
Bersamaan pada saat survey, ajukan pertanyaan-pertanyaan tentang isi
bacaan, misalnya dengan mengubah judul dan subjudul menjadi sebuah pertanyaan.
Kita dapat menggunakan 5W+1H (What, Who, Where, When, Why, dan How ).
Pada waktu survey buku, pertanyaan kita mungkin masih terlalu umum,
tetapi pada waktu survey bab, pertanyaan kita akan lebih khusus. Tujuan
pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah membuat (pembaca lebih aktif dan lebih
mudah menangkap gagasan yang ada. Selain itu, pertanyaan-pertanyaan tersebut
akan membangkitkan keingintahuan kita, sehingga lebih meningkatkan pemahaman
dan mempercepat penguasaan seluruh isi bab.
c. R (Read)
Read (membaca)
merupakan langkah ketiga, bukan langkah pertama atau satu-satunya langkah. Pada
langkah ketiga ini membaca mencari jawaban berdasarkan pertanyaan-pertanyaan.
Pada tahap ini konsentrasikan pada penguasaan ide pokok. Kita dapat sedikit
memperlambat cara membaca pada bagian-bagian yang kita anggap penting dan
mempercepatnya pada bagian yang kurang atau tidak penting. Konsentrasikan diri
untuk mendapatkan ide pokoknya serta mengetahui detail yang penting.
d. R (Recite atau Recall)
Pada kegiatan recite
atau recall (mendaras) kita berusaha untuk memperkokoh perolehan kita dari
membaca. Pada kegiatan ini apa yang telah diperoleh dihubungkan dengan
informasi yang diperoleh sebelumnya dan kita bersiap diri untuk pembacaan
selanjutnya. Pada kesempatan ini kita juga dapat membuat catatan seperlunya.
Jika masih mengalami kesulitan, ulangi membaca bab itu sekali lagi. Sekalipun
bahan itu mudah dimengerti, tahap mengutarakan kembali hal-hal penting itu
jangan dilewatkan agar tidak mudah dilupakan. Pada tahap ini disediakan waktu
setengah dari waktu untuk membaca. Hal ini bukan berarti pemborosan waktu,
melainkan memang penting untuk tahap ini.
e. R (Review)
Review atau mengulangi
merupakan kegiatan untuk melihat kembali keseluruhan isi buku. Kegiatan ini
bertujuan untuk menelusuri kembali judul dan subjudul-subjudul atau
bagian-bagian penting lainnya dengan menemukan pokok-pokok penting yang perlu
untuk diingat kembali. Tahap ini selain membantu daya ingat dan memperjelas
pemahaman juga untuk mendapatkan hal-hal penting yang barangkali kita terlewati
sebelum ini. Pada langkah kelima ini berusahalah untuk memperoleh penguasaan
bulat, menyeluruh, dan kokohatas bahan.
2. Baca-Layap (Skimming)
Skimming merupakan
tindakan untuk mengambil intisari atau saripati dari suatuhal. Oleh karena itu,
skimming merupakan cara membaca hanya untuk mendapatkan ide pokok, yang dalam
hal ini tidak selalu di awal paragraf, karena kadang ada di tengah, ataupun di
akhir paragraf. Pada kegiatan skimming ini, kita dapat melompati bagian-bagian,
fakta-fakta, dan detail-detail yang tidak terlalu dibutuhkan, sehingga kita hanya
memusatkan perhatian dan cepat menguasai ide pokoknya.
Kegiatan skimming ini sering kita lakukan meskipun tanpa kita sadari.
Kegiatan itu untuk sekadar mengetahui apakah sebuah buku yang akan dibaca itu
sesuai dengan yang dibutuhkan. Skimming seperti itu juga lazim disebut sebagai
browsing buku.
Skimming merupakan suatu keterampilan membaca yang diatur secara
sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien, untuk berbagai tujuan. Tujuan
skimming adalah untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya. Selain itu,
skimming juga bertujuan untuk: 1) mengenali topik bacaan; 2) mengetahui
pendapat (opini) orang; 3) mendapatkan bagian penting yang kita perlukan tanpa
membaca keseluruhan; 4) mengetahui organisasi penulisan, urutan idepokok,
kesatuan pikiran, dan hubungan antar bagian dari bacaan tersebut; dan 5) penyegaran
apa yang telah dibaca.
3.
Membaca-Tatap
(Scanning)
Scanning adalah suatu
teknik membaca untuk mendapatkan suatu informasi tanpa membaca yang lain-lain,
jadi langsung ke masalah yang dicari, yaitu fakta khusus dan informasi
tertentu.
Scanning sering
digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk mencari: nomor telepon,
arti kata pada kamus, entripada indeks, angka-angka statistik, acara siaran TV,
dan melihat daftar perjalanan.
Gerakan mata dalam
scanning tidak jauh berbeda dengan skimming. Untuk mengetahui tempat informasi
tertentu, bantuan yang baik adalah judul-judul bab dan subjudulnya. Jika yang
dicari itu suatu angka, gerakan mata dengan cepatd an berhentilah pada setiap
angka yang kiranya mirip, jika kiranya bukan, jangan ditunda lagi, teruskan
bergerak ke bawah. Demikian juga untuk mencari suatu nama. Jadi, kegiatan
scanning adalah untuk mencari informasi khusus. Karena itu kita perlu terlebih
dahulu mengetahui apa yang akan kita cari.
4. Baca-Pilih (selecting)
Membaca bacaan atau
bagian-bagian bacaan yang dianggap relevan atau mengandung informasi yang
dibutuhkan pembaca.
Sebelum membaca, lakukan kegiatan seleksi bahan lebih dahulu
Contoh: memilih berita dalam koran untuk dibaca
5. Baca-Lompat (skipping)
Bagian-bagian bacaan
yang dianggap tidak relevan atau bagian yang sudah dikenal atau sudah dipahami
diabaikan dan dilompati saja.
Contoh: membaca daftar iklan baris.[5]
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Membaca
adalah proses produksi yang menghasilkan pengetahuan, pengalaman, dan
sikap-sikap baru.
Keterampilan
membaca adalah aktifitas yang kompleks yang melibatkan berbagai faktor yang
datangnya dari dalam diri pembaca dan faktor luar.
kegiatan membaca bertujuan untuk mencari dan
memperoleh pesan atau memahami makna melalui bacaan. Tujuan membaca tersebut
akan berpengaruh kepada jenis bacaan yang dipilih, misalnya, fiksi atau
nonfiksi.
Tahap-tahap membaca ada 2 yaitu membaca pemula dan
membaca pemahaman atau membaca lebih lanjut
Teknik-teknik dalam keterampilan membaca yaitu : SQ3R, Baca-Layap (Skimming), Membaca-Tatap
(Scanning), Baca-Pilih (selecting), Baca-Lompat (skipping)
B.
SARAN
Demikianlah
makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat untuk para pembaca dan terutama
untuk pemakalah sendiri, kami menyadari bahwa makalah yang kami buat, sangatlah
jauh dari kesempurnaan, untuk itu kami mengharap kritik dan saran yang
mendukung dari para pembaca, demi kesempurnaan makalah kami.
[1] Iskandarwassid, dkk, Strategi pembelajaran bahasa, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2009) hlm. 245-246
[3] Soenjono dardjowidjojo dkk, Psikolinguistik pengantar pemahaman bahan
manusia, (Jakarta: Yayasan Pustaka
Obor Indonesia) hlm.300
[5] http://coretan-pena-pemula.blogspot.co.id/2013/07/macam-macam-teknik-membaca.html
diakses pada tanggal 30 november 2015



